Ayo Kita Mulai Lagi dengan Melupakan yang Sudah Lalu

Kita punya banyak kesempatan kedua kalinya untuk mencoba sesuatu setelah gagal. Namun bila itu terjatuh lagi, bilang saja terus-menerus untuk kesempatan kedua kalinya, agar akhirnya kita tetap jadi berdua di kenyataan yang menetap :

-
Sekarang tiba pada akhirnya di mana kita tidak bisa lagi menyatukan diri. Berharap semuanya akan berjalan baik-baik saja tanpa kendala yang pasti dan dengan kekuatan diri berharap takkan ada masa yang berat. Kita datang dan pergi itu disengaja, walau dalam mulut dan hati kita bilang tidak sengaja. Keduanya bertemu karena ada kehendak yang satu, dan satunya lagi menerima lapang dada. Setiap kali aku berpikir untuk selalu ada, pasti masih banyak misteri baru yang tak bisa diselesaikan segera. Setiap kali aku mengira untuk selalu ada, pasti masih ada saja halangan yang tak bisa kita lewati dengan cepat. Karena tenaga kita berbatas, dan kadang hati kita suka labil menjadi keras.

-
Ketika aku menoleh ke atas langit, aku bersyukur ketika masih banyak ternyata awan di sana. Kadang mereka memang menutup matahari, tapi setidaknya mereka sadar kalau kita tidak bisa selalu kepanasan. Menghela nafas seraya berdoa dalam hati, takkan ada cinta yang lain setelah ini. Aku mulai memikirkannya sekali lagi dan berjanji, takkan ada cinta yang lain setelah ini. Aku sekali kali meyakinkan diri, takkan ada cinta yang lain setelah ini.

-
Sudah kuputuskan pula di mana cinta ini akan sepenuhnya berlabuh. Sudah tentu pada Tuhan, yang menciptakan hatiku dan membolak-balikkan perasaan ini sebagai pengajaran untukku. Kadang bisa dipikirkan betapa baiknya Dia yang sudah beriku ujian berliku dan zig-zag kehidupan yang sendu. Berjumpa denganmu juga menjadi salah satunya. Tak terkecuali papa dan mama, yang membuatku tumbuh dengan hati yang terjaga. Menjadikan anaknya sebagai pelipur dari segala lara yang mereka rasakan. Aku mulai belajar mengenai sakit hati saat remaja, tapi terbangunnya ia karena sudah digoreskan cinta dalamnya sejak muda.

-
Hai, adik-adik. Kalian menjadi prioritas ketika aku bangun. Melihat betapa sadarnya diri ini kalau kalian tak ada, aku tidak bisa belajar menjadi manusia yang setia. Melihat kalian menjadi yang pertama kali rasa cinta ini terlampiaskan. Dari kalian pula, semua yang kubuat ada yang apresiasi. Kalian yang terbaik, dan akhirnya kukatakan sayang pada kalian pun kalian sudah tahu. 

-
Sahabat yang terkadang bangsat namun selalu ada setiap saat. Terima kasih sudah hadir dan berdiam diri di situ mendengar apa yang kuceritakan. Tanpa kalian mulutku takkan berguna dan telingaku tak bisa mendengar apa-apa. Karena cerita dari kalian pula aku juga mengerti banyak sakit hati yang lebih parah dari yang kupunya. Lebih tajam dari koleksi pisau mama di dapur, dan lebih beringas dari gas air mata. Dari situlah aku sadar lebih jauh kalau hatiku ini masih dalam tahap awal dan perlu diisi dengan relung yang dirapikan untuk siapa saja yang boleh menetap.

-
Untuk para perempuan yang pernah kucintai, terima kasih sudah mengerti diri yang tak bosan-bosan membuat kesalahan. Terima kasih sudah pergi, terima kasih sudah beri aku pelajaran. Karena tanpa kalian pula aku tidak akan mengerti betapa kerasnya hidup ini, dan seberapa indahnya cinta yang punya eksistensi di bumi ini. Semuanya telah kupelajari secara hati-hati, bahwa hati ini bisa pecah dan bila dirangkai kembali pasti akan susah. Maaf bila ada kesalahan yang paling berat dan paling mengecewakan, karena aku tahu pacaran akhirnya akan sia-sia. Jadinya aku putuskan tidak pacaran lagi.

-
Hati ini butuh waktu. Bukan berarti aku tidak akan mencintai siapa-siapa lagi. Tapi dari situ pula aku akan beritahu, kalau takkan ada cinta yang lain selain mereka. Seluas apapun samudera yang kau arungi, jika orang masih bilang “banyak ikan di laut” aku masih percaya kalau masih banyak orang yang harus disayangi. Walaupun juga banyak nelayan yang lain, hehehe.

-
Semuanya akan belajar
Menuju suatu hal yang paling berarti
Ketika masih banyak manusia yang kurang ajar
Jangan pernah berpikir kau akan berakhir sendiri.

-
Dari semua harap, doa, dan segala mimpi serta kesalahan yang ada selalu.
Ayo kita mulai lagi dengan melupakan yang sudah lalu.

Comments