Saatnya kita mulai berpikir dewasa, kalau cinta itu benar-benar menyakitkan. Ada alternatif lain tidak setelah ini?
-
Siapa
sangka pada akhirnya kita saling menyimpan dendam. Aku tak bisa lupa kesalahanmu,
mungkin untuk kali ini. Tapi sudah bulan berganti bulan kita saling lupa, kita
mengarahkan kaki kita ke arah yang lain kita pun menyadari sesuatu. Dari suatu
hal yang tak pasti, hari ini kita pastikan semua itu dengan suatu pesan moral
puncak yang jelas. Berpikir untuk damai adalah yang terbaik.
-
“Kita
jadi teman aja.” kataku sebagai lelaki.
“Bukannya
dari dulu udah kayak gitu?”
“Dulu
kita teman tapi…”
“Udah.”
katanya sambil memalingkan muka.
Dari
suatu percakapan singkat kita menyiratkan pesan-pesan. Bahwa kau juga
sebenarnya ragu dengan keputusanku. Ketika aku sudah berhasil berdamai dengan
diri sendiri, aku percaya dalam hati yang sepi sekalipun untuk tetap konsisten
dengan apa yang aku mau. Mau pergi jauh ke arah manapun, arah cinta itu tetap
sama. Mau berhembus ke arah manapun, dia akan melayang ke tujuan yang sama.
-
Aku
menantimu untuk tetap hadir sebagai sang pemberi perhatian. Walaupun per hari
ini, kita tak lagi berbagi hati. Antara kita berdua tak ada lagi perjanjian
untuk saling menjaga satu sama lain, di satu sisi memang aku merasa sangat
bodoh. Menjadi seseorang yang tak bisa kasih kau kejelasan. Tapi begini, untuk
apa kita membuat diri saling membebani satu sama lain. Mau pacaran atau tidak,
sekiranya kita tahu seberapa sayang kita. Tak ada namanya kita jalani saja, tak
ada yang namanya kita mulai berpegangan tangan. Melelahkan, atau bisa dengan
mudah kukatakan itu semua adalah dosa. Ketika aku sampai-sampai menyakiti
hatimu, kau akan mengumbar perilaku yang tak baik dariku untukmu. Keluh kesah
kita akhirnya yang akan muncul, bukan perasaan yang menjaga perasaan satu sama
lain.
-
Kita
bisa-bisa curiga. Ada selingkuh yang merengkuh, dan kegatalan yang tak bisa
digaruk. Mungkin itulah yang kau takuti, ketika aku mencintai orang lain
selainmu. Memang benar itulah yang kau takuti, ketika aku mulai perlahan ingkar
janji. Tidak, aku bersumpah untuk tidak sama sekali melakukannya! ada waktunya
aku bercanda padamu, tapi mengenai komitmen penjagaan hati seorang putri
sepertimu, untuk apa aku menertawainya seperti lelaki lain di luar sana.
-
Cara
kita saling mencintai tak harus selalu seperti yang dilakukan orang-orang. Kita
masih bisa berjalan-jalan dan menikmati kota sambil bercanda tawa. Karena riang
tawa itu tak harus dari seorang pacar, konon lagi sebenarnya di lain waktu kau
juga bersama sahabatmu yang lain. Kamu tertawa juga. Setidaknya kita harus
saling menjaga diri, sesambil aku menyiapkan kakiku untuk berada di jenjang
berikutnya. Tahap di mana aku berkomitmen untuk tetap menjadi temanmu.
-
Orang-orang
di luar sana berbicara mengenai sifat setia mereka padahal akhirnya dusta.
Bukan perihal yang memberatkan jika kau hanya ingin kata ini :
“Mau
nggak jadi pacarku, untuk sekali lagi?”
Kau
ingin kalimat itu yang muncul dari tempat ku mengeluarkan banyak kata.
Sedangkan kita sebenarnya tahu di banyak waktu, kita sebenarnya hanya saling
membohongi diri. Kebahagiaan itu tak terjamin dengan ikatan, karena akhirnya
yang setia itu setia kawan. Bukan setia pacar.
-
Mungkin
di beberapa langkah yang kita buat, ada angka yang sulit dihitung. Mungkin di
beberapa kata manis, ada rasa amis yang dibawa. Bahwa kita ini sebenarnya bukan
siapa-siapa, jadi jangan perhitungan. Kau sadari sesuatu? kamu lupa apa yang
seharusnya seorang manusia lakukan jika merasa tersakiti. Mungkin banyak orang
akan melakukan balas dendam, mungkin temanmu di sana membuat onar dengan
mengumbar. Tapi aku akan melakukan hal yang berbeda, aku akan diam saja. Karena
aku yang sungguh mencintaimu.
-
Jika
ada alunan yang bisa kutulis,
Takkan
ada lagi lagu yang bisa membuat kita berdua sok tahu.
Bahwa
dari semua nada galau yang kita buat akhirnya adalah tangis,
Bukan
kita yang anggap sebagai teman saja adalah hantu.
-
Meringkik
lega bahwa semuanya berakhir. Kini sudah berjauhan sudah. Sudah, sudah. Aku
sudah jatuh cinta padamu, walaupun kau anggap aku pembohong. Mulai
selesaikanlah ini, sampai jumpa.
-
Mungkin
aku tak ingat hari apa kita pertama berkenalan
Tapi
momen terberat dan terindah-lah yang akan hadir selalu di hari-hari ini.
tanpatanggal - mrafieakbar
Kepada seseorang yang kecewa

Comments
Post a Comment