Kapal Pesiar Pergi Jauh



Masih ada yang ingin mengirimkan kabar kepadamu melalui angin yang berhembus :

-
Aku tidak digubris, seperti halnya aku yang selalu menangis karena haus akan perhatian. Aku tidak digubris, seperti kita yang tak bisa berbuat hal yang baru dan malah minta gratis. Aku tidak digubris, ternyata ini adalah kesalahanku.

-
Ada yang berjumpa dengan kemarin. Sampai melambai pelan pun tak ingin. Karena malu pada hari itu, ketika sudah ada kata-kata yang terucap malah kini tak punya arti yang lebih berarti dari apa yang ada. Semalam kau pun masih bertemu dengan masa lalu, karena malu kau pun tak bisa menahan rasa yang ditahan dengan cita-cita sederhana dalam memilikiku seutuhnya. Tapi itu semuanya kemarin sayang, kemarin.

-
Ada sepoi-sepoi yang hadir senja ini. Ia mengenalkan diri sebagai angin sepi dan juga di sebelah sana mengenalkan diri sebagai angin gundah. Satu persatu dari hulunya ia mengajak yang lain untuk datang. Dan mulai berpesta dengan badai, hingga hujan menahan rasa malu sampai menangis membanjiri bumi. Akhirnya kutahu, tanah tidak bisa bergabung karena mereka terlalu tinggi.

-
Hari ini aku melihat laut, seperti halnya kau pun juga begitu. Tapi bedanya kau sudah berada di tengah-tengahnya sedangkan aku berada di pelabuhan. Sesambil duduk dekat pasir pantai akupun sendiri merenung, kapan engkau akan kembali. Dengan harapan kau aman-aman saja di sana. Walau ditenggelamkan oleh rasa rindu, kita masih bisa berenang dengan cinta. Karena ia punya pelampung untuk menyelamatkan kita berdua.

-
Pohon-pohon bak melambai padamu untuk mengucapkan selamat tinggal. Malahan itu aku anggap sebagai sebuah ejekan atas kesakitan yang kurasakan petang ini, dengan melepaskan sesuatu yang seharusnya tak bisa kulepaskan. Angin tetap bertemu, hingga akhirnya kusadar hujan yang tadi kubilang hanyalah metafora. Sepertinya masih akan ada waktunya untuk rehat sejenak untuk memikirkanmu. Karena memang, inilah waktunya.

-
Kita akan bertemu lagi suatu saat, entah di Samudera Hindia atau Selat Malaka. Aku bisa berhembus ke timur untukmu, dan mengarahkan diri ke barat untuk tetap berjalan demi dirimu. Tapi kali ini kita harus saling mengerti kalau ada yang pergi jauh, belum pasti kita harus jauh. Pesiar akan datang untuk siarkan segala rindu, dengar aku masih belajar untuk melepaskanmu.

13052020 - mrafieakbar

Comments