Suatu hal yang merepotkan kita adalah tetap tertahan padahal tak terikat, ingin menetap tapi takut bosan. Namun akhirnya takut kehilangan :
-
Ada waktunya, aku akan sadar ini semua adalah suatu hal yang
percuma. Ada saatnya, aku akan mengerti bahwa kisah yang kita urai dan rangkai
bersama itu sebenarnya indah namun hanya dalam bayang lama. Bukan aku ingin
menjemput masa lalu dan mengajakmu untuk ikut bersamaku, tapi aku ingin
menunjukkan padamu kalau aku memang benar. Dulu aku tersenyum dari kejauhan
pasti kau juga tertawa di sana. Dengan berbagai hal yang mengarah pada
kebohongan, kau akan mengerti bahwa aku bukanlah pembohong. Selalu jujur.
Bahkan untuk perasaanku saat ini.
-
Meninggalkan suatu kenangan itu susah, ribet. Sudah ku katakan di
beberapa sajak lalu. Karena jika ini adalah peninggalan zaman, kau adalah bagian
dari sejarah hidupku. Dan pastinya memiliki pengaruh besar terhadap jiwa dan
ragaku ini untuk mengerti apa artinya hidup. Aku selalu berdoa pada Tuhan,
untuk tetap menjaga perasaan ini padamu. Bilamana memang benar, dan aku
senyatanya sadar dalam diri. Aku yang menciptakan sakit hatiku sendiri. Allah
pun sudah peringatkan aku tentang itu.
-
Kadang ada kelalaian dalam diri, untuk selalu mengorientasikan
pikiran untuk selalu berada dalam imajinasi tentangmu. Kau yang selalu mengukir
berbagai kisah yang ada, dan beberapa di antaranya indah. Ada juga yang sakit,
dan benar-benar buatku berubah. Untuk tidak mengarahkan pikiran ini kepada
suatu yang salah. Aku juga sering bertanya pada diriku sendiri,
“Aku bertahan dengan sikap seperti ini, apakah selamanya akan
sanggup?”
Kuulang lagi, aku yang menciptakan sakit hatiku sendiri.
Berarti, bila aku menciptakannya sudah menjadi risikoku untuk
menahan konsekuensinya. Sampai kapanpun itu.
-
Terbayang-bayang dalam pikiran yang tak nyata. Tentu dengan otak
yang terpasang di kepala dengan saraf-saraf yang ada, bisa kupikir bahwa aku
juga menciptakan kebohongan ini untuk diriku sendiri. Hahaha, aku mulai
tertawa. Betapa bodohnya sikapku untuk tetap pada perasaan yang tak jelas ini.
Dulu, banyak sekali hal yang memotivasiku untuk selalu bersamamu. Namun dengan
segala yang kuterima sekarang aku semakin dan akhirnya mengerti. Ada arti dari
semua ini.
-
Bukan mengenai siapa yang mengejar terlebih dahulu. Berperan serta
dalam sikap yang romantis dan siapa yang ungkapkan duluan. Kesalahan kita sama,
atau mungkin hanya aku yang salah? Tetap meneguhkan hati untuk bersamamu dan
tak bisa menerima yang lain untuk datang dan menetap. Kadang ketika aku sudah
lama menyayangimu, semuanya akan berakhir pada perasaan yang mana aku sendiri
juga tidak mengerti bagaimana menjelaskannya. Sederhananya saja, aku tidak mau
pergi.
-
Jika aku pergi,
kau bisa berkelana lebih jauh bukan denganku.
Ciptakan sakit hati lagi,
aku yang lanjutnya bingung dengan semua ini.
-
Melupakan bukan hal yang mudah, terlebih lagi sudah sangat melekat
di memori. Menghantui pikiran, mengilusikan rasa-rasa dalam hati. Terbayang
semua untuk tetap bertahan, tapi kau sudah tak ada dalam eksistensi.
-
Terima kasih, aku yang ciptakan sakit hatiku sendiri. Terima kasih,
untuk pelukan hangatmu. Selamat tidur.
19072019 – mrafieakbar
Kepada siapa saja yang ingin.

Comments
Post a Comment