Temperamen Alasan Hasutan

Selama apapun kita saling membenci, juga seberapa waktu yang dihabiskan untuk menjaga jarak dan tak berjumpa. Bila akhirnya aku ditakdirkan bersamamu, aku takkan pernah lagi melepasmu :
-
Saat ku tebas berbagai alasan klasikmu, di saat itulah engkau menangis. Kau cucurkan air mata karena yang aku tinggalkan hanya bekas percakapan di aplikasi pesan instan. Aku terkadang heran. Kau baca ulang kemudian nangis sendiri. Kalau begitu, berarti mudah untuk membuat perempuan menangis. Perasaan-perasaan yang ku cipta dengan mudah itu juga menampakkan diri sebagai dusta yang ku sengajakan ada agar engkau bersedih.

-
Bukan aku bermaksud untuk menciptakan banyak manusia yang tenggelam dalam perasaan sendiri. Karena ditinggalkan oleh yang tersayang mungkin memberatkan diri dan apalagi oleh yang terlanjur buat jatuh cinta ada manusia di sana gantung diri dan masuk televisi. Itu adalah kebodohan dari perasaan yang salah, sudah ada baiknya kamu hilangkan hasutan yang tak masuk akal itu. Cintai orang lain, itu baik.

-
Alasan-alasan yang pernah tercipta dari sebuah keputusan dan perjanjian.
“Aku terlanjur janji untuk tidak pacaran lagi kalau sudah putus sama dia.”
Itu adalah kalimat yang benar dan keren. Tapi di sisi lain, bukan berarti kamu menutup hati untuk menerima cinta dari manusia romantis lain. Di saat kalimat itu dulu kamu sebut, kamu sudah menjadi pendekar. Menjadi pahlawan kesetiaan, apalagi untuk berhenti mencintai dengan cara-cara yang tidak hebat. Di saat berbagai tantangan keluar ketika kamu sudah beberapa waktu ditinggalkan olehnya, kamu sudah punya prinsip.

-
Berhenti memberi perasaan untuk orang-orang lain. Termasuk sahabat sendiri, dan bahkan mantan yang menjadi daftar prioritas untukmu merajut kembali. Berhenti di saat itulah dan di waktu yang tepat. Ketika kau minta yang lebih baik, Allah berikan yang lebih indah. Terkadang ketika kita menentang berbagai cerita yang tidak baik, kita akan menjadi baik. Ketika kita dekat pada pencipta hati kita, di situlah hati manusia yang tepat datang. Padamu hari ini, dan untukmu di masa depan.

-
Ketika perasaan tua yang pernah hadir malah tidak reda-reda sakitnya, cenderung lebih keras untukmu agar segera menghapus satu persatu segala bekas-bekasnya. Jelasnya, ketika ribuan pertanyaan menghantuimu; dan dia hanya menjadi gentayang di pikiranmu. Aku bilang, ayo. Berhenti. Segera. Secepat mungkin.

-
Aku isi keluhan dari pendekar-pendekar sendu agar kau mengerti,
Tidak aku sendiri yang sakit di sini.
Banyak manusia lain yang merasakan sakit yang sama,
tapi kau yang beri frekuensi yang terkuat.
Setidaknya menurutku.

tidakadatanggal - mrafieakbar
Kepada perempuan mahkota indah

Comments