Tidak Ada Namanya Senja


Dari banyak cerita penyair, orang-orang puitis, dan juga penulis. Senja adalah utamanya mereka terka dan rangkai. Dari berbagai ruang yang aku ada, bersamamu adalah yang terindah di spasi ini semua :
-
Kamu takut mungkin karena tidak bisa melihatku lagi di setiap harimu. Mungkin, kamu juga gusar bila tak bisa memandangku dari dekat dan menatap mataku tajam dengan sedih yang ada di hati. Terlebih lagi saat kita sedang berdua kamu akan ragu untuk menyampaikan pesan-pesan rahasia yang manakala kamu malu untuk mengungkap bila tak berdua, dan sekarang benar-benar malu untuk menguraikan semuanya. Kamu menciptakan bingungmu sendiri akan banyak pertanyaan yang terbayang-bayang di pikiran dan akhirnya buatku ragu untuk sekali lagi memilikimu.

-
Sederhananya, kita jalan-jalan berdua dan bergandeng tangan. Ruas jari-jari kita bersama, walau hatimu menetap pergi bersamanya. Bukan aku ingin sombong atau kecewa berat. Tapi benar rasaku begitu. Terakhir kali kamu benar sedih, aku yang menjadi pelampiasan. Terakhir kali kamu benar kecewa atas perlakuannya, aku yang menjadi korban. Terakhir kali kamu berkutat paksa untuk tetap dengannya murung, tak bisa sesekali kah berputus untuk segera merelokasi ke diriku?

-
Mungkin yang pasti dan nyata, satu pertanyaan itu berhasil membuatmu terngiang-ngiang. Karena kamu mencintai keduanya. Dirinya, dan aku. Menyambut berbagai pesta kecewa dan mengadakan berbagai festival kekecewaan hanya pantas terbagi dalam beberapa kegiatan. Dan akhirnya ku buat baku, meliputi acara curhat, acara menangis, dan acara berpelukan. Berulang-ulang sampai kiranya kamu terbohongi oleh perasaanmu sendiri. Galau katanya, bingung ceritanya.

-
Aku juga banyak bingung. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang buatku sendu dalam pikir. Bagaimana caramu membagi kebahagiaan antara kedua cinta yang ada di kekuatanmu. Aku tertawa, bagaimana caranya. Ajari aku. Karena aku juga terbengkalai dengan cintaku yang penuh kelabilan. Apabila benar kau gurunya, aku ingin belajar. Aku mencintaimu dan ingin dengannya juga. Kamu pun juga begitu, bahkan beberapa pendekar sendu di luar sana. Tapi begini, bila kita putuskan untuk setia, mengapa tidak denganku saja.

-
Sekarang jangan terbohongi lagi. Bila rindu terberatmu adalah dengannya. Dengan berbagai romantisme dan perlakuannya, dengan ribuan sikapnya yang membuatmu cinta sehingga memanggilnya sayang, serta berbagai keputusanmu untuk segera berpihak dengan banyak pertanyaan bahwa "aku ingin menetap dengannya".

-
Sekali lagi sayang, kita hilangkan berbagai luka. Obati segera dan mulai sekarang diamlah dengan tenang. Matahari terbit juga dari gelap, dan bulan yang kau cinta saat malam pun datang menghampiri. Segeralah berhenti, putuskan segera. Untuk mencintaiku atau dengannya. Selesai.

-
Untuk itu, aku berharap tetap bisa melihat senja berdua denganmu dari mobil penuh kenangan ini.

Kepada siapa saja yang ingin
07052019 - mrafieakbar

Comments