Aku pasangkan di penyedia layanan musik
ponselku. Sebuah lagu yang berkisah tentang tanah yang nyatanya dulu bukan
Indonesia. Dipimpin Sultan, perkasa dan bijaksananya dia. Jelas hari ini kamu
akan merindukannya, karena ada Sesuatu di Jogja.
27122018 - mrafieakbar
27122018 - mrafieakbar
Putar musik :
-
Adi Sutjipto, bandara kecil di
tengah keramaian kota. Sederhana namun berjaya. Kamu tahu kenapa? Dia yang
dipijak pertama kali oleh para perindu atau juga pendatang baru. Nyatanya dia
sudah jadi saksi bisu, mengapa aku mencintaimu.
-
Langkah kaki, pertamanya pelan.
Ketika langkah kedua, kamu akan sedikit bersemangat hingga lupa mengambil
kopermu. Sahutan para pengendara taksi akan menjadi alunan merdu paduan suara
ketika kamu keluar dan ingin segera berjumpa dengannya.
“Taksi.”
“Saya tidak mau pesan, Pak.”
“Oh baiklah. Selamat datang di
Yogyakarta.”
Begitulah indahnya, kamu bisa lihat
keramah-tamahan mereka. Tanah seluas ini tak ingin mereka kecewakan dan menjadi
tempat pengecewaan.
-
Cantik ada di sini, dan para
pujangga pun mendapat inspirasi. Mengapa? Sekuatnya dia hebat merangkai
kenangan. Ketika berada di kota penuh cinta, tentu saja pasti. Kamu takkan
pernah membencinya.
-
Pelipur lara, kali ini aku
merindukanmu. Bukan Yogyakarta yang aku dan kamu pernah kunjungi. Tapi
setidaknya kita pernah sama-sama memijakkan kaki di sini. Walau aku baru
berbulan-bulan lalu, kamu bertahun-tahun lewat.
-
Mantra yang kau torehkan, Jogja.
Beri aku rasa rindu. Aku bukan tak ingin lagi untuk berkunjung, tapi aku belum
mau mencoba mengingat kenangan dan mengulanginya sekali lagi.
-
Sekali lagi, aku rindu para orang
romantis yang bergalau di Malioboro. Aku tak pernah menjadi bagian dari mereka.
Tapi aku merasakan kekuatan mereka yang hanya ingin melepas beban di tanah itu.
-
Keras hidup ini hanya sebentar, kamu
bisa buat jadi lembut. Lentur juga bisa, asal kamu berkata pelan bahwa aku
sayang kamu selamanya. Lembaran hanya tertulis pelan dengan tinta, kamu akan
tercatat selamanya sebagai orang yang kucinta.
-
Kepada yang aku tinggal pada saat
sedang sakit-sakitnya
Kepada yang aku tinggal pada saat
sedang sayang-sayangnya.
Percayalah, aku akan mengajakmu ke
Yogyakarta.

Comments
Post a Comment