Hidupkan lagu ini, untuk para orang romantis yang belum aku izinkan untuk duduk di kursi tahtanya :
-
Hai, aku mengenangmu malam ini.
Meringkas semua cerita yang pernah kita secara hebat jalani. Sekiranya kamu
benci aku sebagaimana mestinya, tolong aku minta maaf. Jangan secara cepat
buruk sangka bahwa aku tak menyayangi para orang romantis di luar sana. Juga,
jangan cepat berpikir bahwa aku secara laju hanya ingin membawamu pada masa
lalu. Senyatanya, aku hanya merindukanmu.
-
Terakhir sekali hidup ini sangat
indah. Juga tidak sangat-sangat buruk dan gerak-geriknya berlika-liku itu beri
aku pengalaman. Terlepas dari itu semua
aku hari ini hanya sedikit kecewa dan tak bisa lagi menahannya. Air liur pun
seperti air mata bila tak terpisahkan, karena kamu tak bisa mengira
perbedaannya saat tidur. Terbayang-bayang berbagai macam hal, bahwa malam ini
kebahagiaanmu bukan disebabkan oleh kehadiranku. Namun karena kedatangan
malam-malam baru yang berubah, dan para kelelawar yang berbeda-beda.
-
Sendari kecil aku suka sekali dengan
Batman. Dia anak yang tangguh karena hidup dalam dunianya sendirian. Untung ada
Alfred yang setia membantunya. Sekuat-kuatnya dia, Batman juga bisa terpuruk.
Sekaya dan sepintar apapun dia, hingga kini belum ada yang bisa menetap di
hatinya. Dengan mudahnya dia bisa mendapat perempuan mana saja di dunia, tapi
dia cukup terdiam sendiri.
-
Bukannya menjadikan dia inspirasi,
tapi aku hanya ingin memberi sedikit gambaran. Aku sering membahas para
pendekar sendu. Para pejuang yang selalu sedih, dan sering lesu. Mereka kuat,
mereka pintar, dan mereka juga kaya. Tapi hatinya kosong karena tidak memiliki
cinta yang hidup. Jutaan perempuan di dunia, mereka hanya terdiam. Luasnya
samudera bukan untung memancing, tapi malah menjadi sarana pembebasan diri.
-
Aku bukan ingin menjadi raja, hingga
aku tak lagi berniat menguasai yang memiliki nama mahkota indah di luar sana.
Sesederhananya, aku juga bukan seorang lelaki yang kesempurnaannya bertahan
lama. Lebih lagi aku juga bukan manusia yang setiap hari bergalau gila. Aku cuma butuh pelipur yang menghilangkan para lara di jiwa.
-
Kita terpisah antara jarak.
Lebih lagi karena memang tak bisa
aku satukan dalam waktu dekat.
Aku ingin dekat Allah dulu.
Biar aku didekatkan-Nya padamu.
-
Maaf bahan percakapan kita sudah
habis.
Aku saja tidak bisa menyemangati
diri sendiri.
Setelah hari ini, aku rindu kamu
selamanya.
Dan dari ribuan malam kedepan mulai
sekarang, jangan ragukan setiaku sayang.
-
Terima kasih, aku kehabisan kata.
29122018 – mrafieakbar
Kepada
para manusia romantis.

Comments
Post a Comment