Aku Minta Gratis

Dua Lelaki Pemikir

Begini, Aku buat abstraksinya dulu. Tujuan Republik dibangun bukan untuk menghancurkan rakyat dan juga bukan untuk mengedepankan individu-individu bodoh yang berada di belakang.Terima kasih.
-
Aku bukan Si Lebai Malang, yang ada di buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas tujuh. Dia hanya terbawa oleh kelabilan tak menentu dan juga dibawakan oleh pemikiran yang tak pasti. Mau kemana ia labuhkan perahunya, dia juga selalu ragu.
-
Sekiranya dua tahun lalu, semisalnya kau tak pernah hadir. Aku mungkin bisa sangat bersyukur karena nyatanya tidak. Jelas sekali aku mencintai kehadiranmu kala itu dan tak bisa terlepas hingga sekarang. Karena apa? Aku panggilkan hujan dia tak bisa datang karena cuma katak yang bisa. Aku panggilkan beruang pun tak bisa karena aku takut diterkamnya. Jadi aku panggil saja becak, kereta tak berkuda.
-
Seromantis apa dirimu mungkin hilang sekejap bila ada kekecewaan. Hahaha, mungkin beda pemikiran tapi itu pasti. Coba kamu lihat dulu kaca yang ada di kamar, kamu pandangi beningnya. Kenapa bisa tembus pandang? Juga, kenapa kaca diciptakan? Padahal nyatanya untuk membatasi jarak kita, tapi bukan membatasi pandangan agar tak mampu melihat lagi.
-
Teh manis ada ku minum kemarin, hangat juga. Seduhannya dengan bibirku yang menyeruput pelan, sehingga ingin tahu mengapa. Untuk apa aku meminumnya sendiri dan mengapa aku tak bisa meminumnya berdua denganmu di kursi ini? Walau pinggir jalan saja pun, kamu tahu kalau aku adalah orang yang lumayan banyak uang. Tapi Alhamdulillah, aku kali ini tak menghabiskannya.
-
Amboi, kamu tahu kenapa aku tak bisa menghubungimu sekarang? Karena nyatanya kita tak punya hubungan (lagi) dan juga mungkin kita tak diniatkan untuk senang-senang ngakak habis-habisan sekali lagi. Lingkaran tak punya batas, dan sudut tiga ratus enam puluh derajat itu kita diputarkan oleh cerita yang sama. Tahu tak menahu, rindu berbeda. Kita tak perlu izin untuk merindu. Silahkan kamu masuk ke lingkar rindu, dan kita bermain-main dengan khayalan kita. Setidaknya, cuma aku yang melakukannya.
-
Kali ini, mungkin terjadi yang tidak-tidak. Juga sekiranya akan ada kekuasaan yang berbeda. Tampuk kekuasaanku habis, juga jabatanku sudah diganti. Mutasi sebenarnya dilakukan oleh atasan. Tapi kalau kita, dengan perasaan.
-
Hahaha, suara tertawa orang-orang di luar sana. Aku berbeda, aku tak ingin bersama orang-orang itu. Aku kali ini hanya ingin tertawa denganmu.
-
Peracik rasa bisa kamu beli di swalayan. Tapi beda dengan perasaan cinta, tak bisa ku beli dimana-mana. Jadi begini, boleh tidak aku minta gratis?
-
Masih kurang perjuangan yang kulakukan. Tapi kalau kamu mau bantu, mungkin bisa. Semisalnya bila kau balas cinta yang kali ini, aku akan tetap mencintaimu selamanya mulai saat ini.
-
Seseorang penulis apabila dia gelisah akan dikeluarkannya "amarah" yang ada di pikirannya menjadi aksara. Jadi, jangan anggap aku sebagai seorang tukang marah. Anggap saja aku adalah orang yang mencintaimu.

26122018 - mrafieakbar
Tertuju pada siapa saja yang ingin

Comments