Kehidupan Manusia Purba di Bumi


Pengertian Umum
Secara umum manusia purba terbagi kedalam tiga kelompok, yaitu Meganthropus (Manusia Besar), Pithecanthropus (Manusia Kera Berjalan Tegak) dan Homo (Manusia Cerdas). Sejumlah keberagaman dari Homo dikelompokkan menjadi kategori yang lebih luas yaitu Manusia Purba, berlawanan dengan manusia modern (Homo sapiens), pada periode dimulai dari 500.000 tahun lalu. Kategori-kategori tersebut biasanya mengikutkan Homo heidelbergensis, Homo rhodesiensis, Homo neanderthalensis, dan mungkin juga termasuk Homo antecessor.
Manusia modern diteorikan berkembang dari manusia purba, yang berkembang dari Homo erectus. Jenis dari manusia purba dikelompokan di bawah nama binomial "Homo sapiens" karena ukuran otaknya sangat mirip dengan manusia modern. Manusia purba memiliki ukuran otak 1200 sampai 1400 kubik sentimeter, yang melebihi rentang pada manusia modern. Manusia purba dibedakan dari manusia modern anatomis dari tengkoraknya yang tebal, tonjolan bubung alis dan tidak menonjolnya dagu.
Manusia modern anatomis muncul sekitar 200.000 tahun lalu dan setelah 70.000 tahun lalu (lihat teori bencana Toba) secara gradual meminggirkan jenis "purba". Jenis "non-modern" dari Homo dipastikan bertahan sampai 30.000 tahun lalu, dan mungkin sampai 10.000 tahun lalu. Yang mana, jika ada, dikelompokan di bawah istilah "manusia purba" hanyalah masalah definisi dan beragam di antara penulis. Namun, dan menurut penelitian genetik terbaru, manusia modern tampaknya kawin dengan "paling tidak dua kelompok" dari manusia purba: Orang Neanderthal dan Denisovan.
Manusia Purba Indonesia
Manusia purba Indonesia adalah manusia purba yang berada di Indonesia. Ada sepuluh jenis manusia purba di Indonesia, yaitu:
1.      Meganthropus Palaeojavanicus
Ditemukan oleh seorang arkeolog dari negeri Belanda bernama Van Koenigswald. Dia pertama kali menemukan fosil ini di daerah Sangiran pada tahun 1936. Manusia purba di Indonesia tidak seperti jenis jenis manusia purba di dunia. Pada era tersebut paling banyak fosil ditemukan dalam kondisi seperti orang Barat. Maka ketika arkeolog menemukan fosil yang berbeda dari sebelumnya, membangkitkan gairah ilmiah di kalangan arkeolog untuk lebih mendalami tentang fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia.
Diperkirakan manusia besar ini hidup antara 1 juta dan 2 juta tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dari fosil dengan teknik peluruhan karbon. Sehingga usia dari fosil tersebut bisa kita ketahui. Dengan adanya sifat waktu paruh itu, banyak sekali fosil, batuan dan elemen lainnya yang bisa kita perkirakan umurnya. Bahkan umur Bumi yang kita cintai ini bisa kita perkirakan dengan waktu paruh dari unsur karbon pada material atau zat. Meganthropus Palaeojavanicus mempunyai ciri :
·         Memiliki tulang pipi yang tebal,
·         Memiliki otot rahang yang kuat,
·         Tidak memiliki dagu,
·         Memiliki tonjolan belakang yang tajam,
·         Memiliki tulang kening yang menonjol,
·         Memiliki perawakan yang tegap,rahang bawah Meganthropus, Sangir memakan tumbuh-tumbuhan, dan hidup berkelompok dan berpindah-pindah.

2.      Pithecanthropus Erectus
Manusia purba ini hidup di wilayah Indonesia pada 1-2 juta tahun yang lalu. Wilayah Indonesia yang menurut sejarah arkeologi, pernah beberapa kali mengalami bencana alam di Indonesia. Dari mulai hal yang bersifat mengikat hingga membuat wilayah indonesia terdiri dari bermacam macam pulau. Doktor dari Belanda bernama Eungene Dubois adalah penemu pertama manusia disini. Ciri khas dari Pithecanthropus adalah:
·         Berjalan tegak, tetapi dalam struktur tengkoraknya mirip dengan struktur kera. Maka dikenal juga dengan manusia kera berjalan tegak.
·         Dengan struktur tengkorak mirip kera, maka dimungkinkan ukuran otaknya kecil.
·         Menyebabkan tingkat kecerdasan jenis manusia purba ini hampir sama namun diatas dengan insting hewan.
·         Pitecanthropus merupakan bangsa atau kaum pengumpul makanan (Food Gathering).
·         Kehidupan primitif pada masa itu tidak akan jauh berbeda dengan kehidupan kera di masa modern. Jenis manusia purba ini sangat di elukan oleh kalangan materialis, karena merupakan bukti adanya mahluk transisi yang menguatkan teori evolusinya Charles Darwin.
·         Memiliki ciri berbadan tegak dan kemungkinan besar terbesar pula pada masa nya. Dengan ukuran otak yang masih kecil dibanding mahluk lainnya maka didapatkan hasil yang cukup mengagetkan bahwa dalam keadaan mengumpulkan makanan dan keperluan bumil, terdapat jejak yang menunjukkan rapat kelompok, ari air jangheh

3.      Pithecanthropus Soloensis
Merupakan jenis-jenis manusia purba yang berasal dari solo tepatnya area ngandong. Selain dari aspek daratan, terdapat batas wilayah laut di Indonesia yang bagi negara kita sangat penting. Hal ini dikemukakan dalam batas laut Indonesia yang sudah menjadi ketetapan di kalangan internasional. Adapun ciri dari Pitecanthropus Erectus adalah :
·         Pada tengkorak, tonjolan keningnya tebal.
·         Hidungnya lebar, dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol.
·         Tinggi sekitar 165–180 cm.
·         Pemakan tumbuhan dan daging (pemakan segalanya).
·         Memiliki rahang bawah yang kuat.
·         Memiliki tulang pipi yang tebal.
·         Tulang belakang menonjol dan tajam.
·         Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.
4. Pithecanthropus Mojokertensis
Jenis manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis. Dalam hal yang dilakukan tanpa perlu mendalami jenis jenis manusia purba dan gambarnya, kita bisa tahu bahwa Eungene Dubois berhasil menjadi penemu fosil jenis ini di wilayah Mojokerto, sehingga beliau menamai fosil penemuannya menjadi sebuah temuan besar abad ini. Penggalian yang dilakukan di Mojokerto ini mau tidak mau merusak tulang tulang nya. Beberapa bagian nya menjadi hancur sehingga beberapa detil tidak terselamatkan sempurna.
Ciri-ciri manusia purba di indonesia pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan manusia modern. Mudah-mudahan berhasil bagi anda yang sedang menambah wawasan dengan membaca-baca artikel seperti ini. Hal ini perlu ditegaskan kembali bahwa konten dari manusia purba ini bukan merupakan sumber ilmiah kepustakaan. Lebih baik bila membutuhkan pustaka tentang manusia purba, jenis jenis manusia purba dan penjelasannya bisa menjadi solusi permasalahan anda.

5. Homo Floresiensis
Jenis manusia purba Pitecanthropus Mojokertensis. Dari awal kita sudah meminjam berbagai tautan kata dari sumber. Untuk jenis homo ini memiliki kebiasaan dan gaya hidup yang kurang lebih sama dengan manusia sekarang. Bahkan pada masa itu jenis homo memiliki kesatuan dalam hal bertindak secara ciri-ciri manusia sebagai makhluk ekonomi. Pada masa tersebut tidak menggunakan alat-alat canggih, tetapi menggunakan batu sederhana yang kemudian di hampelas . Kedua, manusia jenis Homo ini sudah sadar akan keberadaan kita, atau manusia di sekitarnya. Sehingga akan timbul kesamaan ras.
Secara nama mungkin kita sedikit terkecoh, karena peneliti Belanda tersebut tidak menamakan fosil penemuannya dengan namanya, tetapi menggunakan nama tempat pada waktu penggalian arkeologisnya. Nama lain dari Homo mungkin bisa diartikan sebagai suatu kecenderungan seksual antara sesama laki-laki/ secara umum manusia jenis homo ini memiliki ciri khas :
·         Muka lebar dengan hidung yang lebar;
·         Mulutnya menonjol;
·         Dahinya juga masih menonjol, sekalipun tidak seperti jenis Pithecanthropus;
·         Bentuk fisiknya sudah seperti manusia sekarang;
·         Tingginya 130–210 cm;
·         Berat badan 30–150 kg;
·         Hidupnya sekitar 40.000–25.000 tahun yang lalu
6. Homo Wajakensis
Jenis manusia purba Homo Wajakensis berarti homo yang berasal dari Wajak. Perselisihan antar kelompok masih menjadi masalah pada masa purba menjadikan tiap daerah memiliki bentuk fosil yang berbeda-beda pula. Kita hanya bisa memperkirakan seperti apa kehidupan sosialnya. Namun para ahli telah meneliti pengaruh letak geografis Indonesia terhadap keadaan alam dan iklim. Dengan begitu sejauh yang kita perkirakan, kehidupan sosial manusia purba bisa jadi tidak berbeda dengan keadaan sekarang kecuali dalam hal berkomunikasi.
Di Wajak inilah, yang bila di gambarkan dekat daerah Tumenggung Jawa Timur, pada tahun 1889 Eungene Dubois menemukan fosil manusia purba asli Indonesia. Penemuan ini merupakan penemuan penting, karena seolah menemukan keping puzzle yang hilang yang membuktikan adanya hubungan manusia dengan kera. Fosil-fosil manusia purba di Indonesia menjadi jembatan penghubung itu. Seperti dikemukanan dalam teori Darwin dalam bukunya ‘The Descent Of Man’ (asal usul manusia).
7. Homo Soloensis
Jenis manusia purba Homo Soloensis merupakan jenis manusia purba Homo yang ditemukan fosilnya di wilayah Solo pulau Jawa.
Peneliti manusia purba di Indonesia yang paling terkenal tentunya Eungene Dubois, kemudian Van Koenigswald, kemudian ada Weidenreich. Berikut keterangan penelitian tentang manusia purba soloensis. Peneliti-peneliti lain yang mungkin catatannya tidak sebanyak peneliti yang disebutkan diatas. Namun tentunya kontribusi para peneliti tersebut menjadikan khazanah bagi jenis-jenis manusia purba purba di Asia dan tentunya Dunia. Sungai bengawan Solo merupakan jantung dari sebuah kehidupan primitif di masa lampau Indonesia. Banyaknya penemuan di kawasan ini menunjukkan kecenderungan manusia purba jaman dulu hidup dengan kedekatan pada sumber air. Belum ditemukannya sistem irigasi, seolah memaksa manusia purba untuk tidak jauh dalam memberikan intervensi. Dengan mempunyai tempat tinggal dekat sungai, memberikan keuntungan bagi manusia purba.

8. Pithecanthropus Robustus
Jenis manusia purba Pithecanthropus Robustus adalah jenis Pithecanthropus yang memiliki rahang besar. Dengan adanya rahang besar tersebut, menurut peneliti jenis manusia purba ini memiliki kegemaran memakan tumbuhan. Kegunaan rahang yang besar adalah agar dalam mengunyah tumbuhan menjadi lebih mudah dan lebih cepat, sehingga bangsa ini lebih senang bila hidup sendiri. Berikut bentuk rupa dari manusia purba Pithechanthropus Robustus:
·         Bentuk rahang yang besar itu pula menunjukkan bahwa cakupan dari kapasitas mulut Pithecanthropus Erectus lebih besar dari manusia masa sekarang.
·         Kapasitas mulut tersebut memungkinkan manusia jenis ini memberikan jati dirinya. Diketahui bahwa  manusia purba pada zaman itu
·         Bisa diartikan bahwa jenis manusia purba homo ini adalah kondisi alamiah jenis manusia Indonesia pada jaman sekarang. Yang membedakan tentunya waktu hidup dan cara berkomunikasi dalam interaksi sosial pada masa itu. Termasuk penggunaan alat bantu.
Manusia purba jenis ini sudah mulai mengedepankan akal dibanding insting. Dibuktikan dengan banyaknya peninggalan berupa batu, kapak batu, dan perkakas lainnya yang dipergunakan untuk menunjang dalam kehidupan sehari-harinya. Selain itu, juga pada titik titik temuan arkeologis, manusia purba jenis Homo ini tidak terlalu dekat dengan sungai, yang menandakan bahwa manusia purba jenis ini membuat sebuah tempat tinggal atau kawasan tempat tinggal yang nyaman meskipun tidak dekat sekali dengan sumber air. Yang pada masa itu adalah sungai.
9. Pithecanthropus Dubuis
Jenis manusia purba Pithecanthropus Dubuis. Bila diartikan, jenis manusia kera berjalan tegak ini adalah jenis yang meragukan. Fosilnya ditemukan di Sangiran namun secara struktur tulang dan tengkoraknya tidak mutlak masuk dalam ciri meganthropus maupun pitecanthropus. Sumbangsih peneliti dari Belanda ini merupakan penemuan penting. Meskipun bagi rakyat Indonesia ekspedisi dan penggalian arkeologis tak ubahnya dengan pemaksaan dan penjajahan hak.
Bangsa kita yang dipaksa dan dipekerjakan sebagai tenaga penggali. Menurut catatan sejarah, banyak korban dari bangsa kita yang berjatuhan, namun dengan rapinya dan lihai, para peneliti Belanda dibantu dengan pemerintahan kolonial, berhasil membawa propaganda berupa penemuan fosil manusia purba ini, sehingga sistem kerja paksa dalam penggalian itu tidak begitu diangkat di hadapan publik.  Dikarenakan banyak sekali temuan di daerah sungai Bengawan Solo, peneliti membagi lapisan tanah di daerah itu menjadi 3 lapisan yaitu :
·         Lapisan Jetis, dimana Pitecanthropus Robustus ditemukan atau kita kenal juga dengan nama lapisan pleistosen bawah
·         Lapisan Trinil, dimana ditemukan Pitecanthropus Erectus. Lapisan ini kita kenal juga dengan nama lapisan pleistosen tengah.
·         Lapisan Ngandong, dimana Pitecanthropus Soloensis ditemukan. Dikenal juga dengan nama lapisan pleistosen atas.
Dengan karakteristik seperti itu, Meganthropus memiliki fisik yang kuat dan tegap. Dengan melimpahnya tumbuhan yang merupakan makanan utamanya. Diperkirakan oleh peneliti, Meganthropus hidup berkelompok dan cenderung menetap. Perubahan kehidupan sosial dan budaya tersebut memang tidak seperti kehidupan di zaman sekarang. Namun dengan penelitian yang intens dan benar, kehidupan sosial manusia purba bisa kita perkirakan.
Apalagi dukungan yang begitu banyak dan berpengaruh kepada Belanda, menyebabkan bangsa Indonesia sangat kesulitan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Penyelesaian konflik antara Indonesia dan Belanda, tidak hanya melibatkan kedua negara tersebut, tetapi juga melibatkan negara-negara lain.

10. Homo Sapiens
Jenis manusia purba Homo Sapiens bisa diartikan sebagai manusia cerdas. Berasal dari zaman holosen. Bentuk tubuh Homo Sapiens sudah menyerupai dengan bentuk orang Indonesia sekarang. Pada masa itu, golongan manusia ini sudah memiliki strukur organisasi dan pembagian tugas. Berdasarkan penelitian tersebut, tidak hanya bentuk fisik dari manusia purba, tetapi kehidupan sosialnya juga bisa kita kaji. Tentunya dengan penelitian yang intens dan dalam jangka waktu lama.
Homo Sapiens mereferensikan bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki kelebihan dalam hal akal. Dengan mempelajari tentang Homo Sapiens, kehidupan kita bisa bertambah dalam khazanah dan pengalaman dengan produk tertentu. Jenis manusia purba ini memiliki ciri sebagai berikut :
·         Volume otaknya antara 1.000 cc – 1.200 cc;
·         Tinggi badan antara 130 – 210 m;
·         Otot tengkuk mengalami penyusutan;
·         Alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan;
·         Muka tidak menonjol ke depan;
·         Berdiri dan berjalan tegak,
·         Berdagu dan tulang rahangnya biasa, tidak sangat kuat.
Dengan melihat spesifikasi diatas, maka bisa kita ketahui bahwa jenis Homo Sapiens sudah menggunakan akalnya. Meskipun dalam hal sederhana, tetapi jenis ini sudah memiliki karakteristik berburu. Tidak hanya mengumpulkan makanan seperti halnya jenis lain. Homo sapiens juga menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mempunyai banya ragam dan budaya serta ras. Dengan mentahnya teori evolusi pada masa sekarang ini, muncul asumsi bahwa ‘manusia kera’ adalah jenis manusia juga tetapi berbeda ras. Seperti halnya ras Asia, Afrika dan Eropa. Bahkan dengan sesama bangsa Asia pun memiliki keanekaragaman ras dan budaya. Secara telusur, menurut peneliti bahwa didapatkan leluhur manusia seperti ini :
·         Ras Mongoloid, berciri kulit kuning, mata sipit, rambut lurus.
·         Ras Mongoloid ini menyebar ke Asia Timur, yakni Jepang, Cina, Korea, dan Asia Tenggara.
·         Ras Kaukasoid, merupakan ras yang berkulit putih, tinggi, rambut lurus, dan hidung mancung. Ras ini penyebarannya ke Eropa, ada yang ke India Utara (ras Arya), ada yang ke Yahudi (ras Semit), dan ada yang menyebar ke Arab, Turki, dan daerah Asia Barat lainnya.
·         Ras Negroid, memiliki ciri kulit hitam, rambut keriting, bibir tebal. Penyebaran ras ini ke Australia (ras Aborigin), ke Papua (ras Papua sebagai penduduk asli), dan ke Afrika.
Manusia Purba Asia
Manusia purba Asia adalah manusia purba yang berada di kawasan benua Asia. Ada dua jenis manusia purba di Asia, yaitu:
1.      Sinanthropus Pekinensis
Manusia purba jenis ini hidup bersamaan dengan manusia purba yang ada di Indonesia yakni Pithecanthropus. Dikarenakan hidup bersamaan dengan Pithecanthropus sehingga manusia purba Sinanthropus Pekinensis sudah mengenal api layaknya Manusia Pithecnthropus.
Ciri – ciri :
• Kapasitas tulang tengkorak sekitar 1000 cm3.
• Memiliki tengkorak yang pipih pada wajah.
• Memiliki dahi kecil
• Sebuah lunas dekat atas kepala sebagai pelengkap otot
• Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
• Bagian belakang tampak menonjol
• Langit – langit mulut besar
• Gigi Modern (taring dan gigi besar)
2.      Shanidar Fosil
Manusia purba jenis ini ditemukan ditemukan sesuai dengan namanya yakni di Gua Shanidar yang merupakan sebuah situs Arkeologi yang berada di Gunung Bradost, Zagros Gunung di Arbil Governorate Wilayah Kurdistan, Negara Irak. Situs ini terletak di Lembah Besar Zab.

Manusia Shanidar Fosil ditemukan dan diteliti oleh Ralph Solecki dari Universitas Columbia yang hidup kurang lebih 60 – 80.000 tahun.
3. Homo Neanderthalensis
Ditemukan oleh Rudolf Virchow dan Dr. Fulfrott di lembah sungai Neander tahun 1956. Manusia purba ini tersebar di Asia Barat, Tengah dan Eropa.
Ciri – ciri :
• Dahi Rendah dengan oksipital sanggul memproyaksikan pertengahan muka.
• Manusia ini relatif pendek, tulang belikat membungkuk
• Pembesaran tulang rusuk, dengan berdada tegap.

Manusia Purba Afrika
Manusia purba Afrika adalah manusia purba yang berada di kawasan benua Afrika. Ada enam jenis manusia purba di Afrika, yaitu:
1.       Australipithecus Africanus
Ditemukan oleh Raymond Dart di dekat sebuah pertambangan Taung, Tanjung Harapan (Bostwana),pada tahun 1924. Setelah direkonstruksi ternyata membentuk kerangka seorang anak yang berusia sekitar 5-6 tahun. Fosil ini di beri nama Australopithecus Africanus, karena hampir mirip dengan penduduk asli Australia. Selanjutnya, Robert Broom menemukan fosil serupa yang berupa tengkorak orang dewasa di tempat yang sama.

Ciri-ciri :
• Memiliki tinggi ± 1,5 m
• Volume otak 450-600 cc
• Memiliki tubuh yang ramping
• Australopithecus jantan lebih besar dalam ukuran tubuh 20-40% lebih tinggi, 30-40% lebih berat dari perempuan.
• Umur sekitar 3,0-2,3 juta tahun.
• Makanan yaitu,buah, kacang, biji dan umbi akar
• Hidup di semak-semak di hutan kayu.

2.      Homo Rudolfensis
Para peneliti menemukan fosil manusia purba baru di Koobi Fora Afrika Timur danau Rudolf di Kenya, yang diperkirakan berusia 2,4 juta tahun. Antropolog meyakini Homo Rudolfensis pernah tinggal jutaan tahun lalu di dekat Lake Turkana yang kini dikenal dengan Kenya. Pada 1972, peneliti menemukan tengkorak parsial di dekat Lake Turkana.
Peneliti menemukan bahwa fosil ini menunjukkan bentuk wajah yang tidak biasa yaitu berbentuk datar dan panjang. Hal inilah yang membuat para ilmuwan mengkategorikannya sebagai spesies baru yang dinamakan Homo rudolfensis.
Ciri – ciri :
• Memiliki otak yang besar dan Bebadan tegap.

3. Homo Ergaster
Ditemukan oleh Richard Leaky di Afrika timur dan selatan.Homo Ergaster dari bahasa Latin yang berarti "manusia yang pandai"adalah spesies hominin yang telah punah yang hidup di Afrika timur dan selatan antara 1.9 hingga 1.4 juta tahun yang lalu pada era Pleistosen dan pendinginan iklim global. Beberapa paleoantropologi menganggap Homo Ergaster bagian dari jenis Homo Erectus


4.  Australopithecus Robustus
Ditemukan oleh J.T Robinson dan Robert Broom di Afrika Selatan,yang memiliki badan tegap.Hidup antara 1,5 juta tahun yang lalu. Tubuhnya mirip dengan Australopithecus Africanus

Ciri-ciri :
• Gigi dan tulang rahang lebih kuat,
• Berjalan dengan dua kaki,dan tegak seperti manusia,
• Badan lebih besar dan kekar,
• wajahnya datar tidak memiliki kening,
• memiliki tulang alis yang besar ,
• Volume otak sekitar 525 cc
• Umur sekitar 2,0-1,0 juta tahun,
• Makan makanan yang keras, berpasir seperti kacang dan umbi akar, terkadang makan daging,
• tinggal di hutan kayu.

5.  Homo Habilis
Ditemukan oleh Louis Leaky di lembah olduvia,Tanzania Utara dipantai timur Danau Turnaka, Kenya. Homo Habilis dari bahasa Latin yang berarti "manusia yang pandai menggunakan tangannya" adalah sebuah spesies dari genus Homo, yang hidup sekitar 2,5 juta sampai 1,8 juta tahun yang lalu pada masa awal. Homo habilis memiliki tubuh yang pendek dengan lengan yang lebih panjang dari manusia modern. Homo habilis diperkirakan telah mampu menggunakan peralatan primitif yang terbuat dari batu hal ini dibuktikan dengan ditemukannya peralatan-peralatan dari batu di sekitar fosil mereka.

Ciri-ciri :
• Umur sekitar 2,3-1,2 juta tahun,
• hidup di hutan kayu terbuka dan sungai,
• memiliki rahang dangeraham yang besar,
• tidak memiliki dagu,
• tulang alis tebal
• memiliki tengkorak yang panjang merendah
           
6. Australopithecus Boisei
Australopithecus Boisei hidup antara 2,1-1,1 juta tahun yang lalu. Australopithecus Boisei cukup mirip dengan Australopithecus robustus, tetapi wajahnya lebih besar.

Ciri-ciri :
• Memiliki geraham yang besar yaitu berukuran 0,9 inci
• Volume otak sekitar 500 cc
• Muka lebar dan datar
• Bentuk kepala ada yang lonjong, bundar, dan sedang
• Berhidung sedang dan memiliki mulut yang menonjol


Manusia Purba Eropa
Manusia purba Eropa adalah manusia purba yang berada di kawasan benua Afrika. Ada tiga jenis manusia purba di Afrika, yaitu:
1.      Homo Neandethalensis
Manusia purba Homo Neandethalensis  memiliki nenek moyang yaitu Homo Heidelbergensis yang ditemukan oleh Dr. Schoetensack (1908) di Desa Maurer dekat kota Haidelberg, Jerman. Makan makanan yang umum beberapa memakan daging, hidup di daerah Eropa, sebagian wilayah timur (Asia Timur, Barat, dan Tengah) lingkungannya stepa yang dingin sampai daerah Tundra.
Ciri – ciri :
·         Tengkorak yang memanjanag ke belakang
·         Tulang kening yang sangat menonjol
·         Dahi yang datar, muka lebar, dan telah memiliki otak yng besar
·         Volume otak sangat besar 1300-1750 cc
·         Ukuran tubuh perempuan 156 cm beratnya 80 kg, laki-laki 165 cm beratnya 80 kg
·         Tulang hidungnya besar, giginya kecil tetapi gigi serinya agak besar
·         Tubuhnya tegak dan proporsi tubuhnya modern

2.      Homo Cro Magnon
Spesies ini lebih maju dari homo Neanderthal dalam keterampilan teknologi dan inovasi dimana mereka mengembangkan pisau, alat pahat, busur dan lainya dimana mereka memuat perburuan jauh lebih baik.
Ciri – ciri :
·         Ciri-ciri fisik seperti manusia modern, yaitu tengoraknya tinggi dengan atap dan belakang tengkorak yang bundar
·         Memiliki volume otak sekitar 1400 cc
·         Tonjolan tulang kening telah hilang, dahinya vertical, mukanya datar tanpa penonjolan di bagian mulut
·         Ukuran rahang dan gigi-giginya sebagai alat pengunyah telah menyusut, serta dagu tampak nyata
·         Ukuran tubuhnya rata-rata 165 cm
·         Struktur dan volume tengkoraknya tampak lebih mirip tengkorak ras-ras yang hidup di Afrika dan daerah tropis saat ini

3.      Homo Heidelbergensis
Manusia Heidelberg adalah spesies pada genus Homo yang telah punah yang mungkin merupakan nenek moyang langsung Homo Neandethalensis di Eropa. Bukti yang ditemukan mengenai Homo Heidelbergensis berusia 600.000 – 400.000 tahun yang lalu.
Ciri – ciri :
·         Volume otak kira-kira 1100-1400 cc
·         Tinggi badan rata-rata 163,6 cm, perempuan : 157 cm, 51 kg dan laki-laki 175 cm, 62 kg
·         Beberapa specimen tulang tengkoraknya tebal
·         Tulang tengkoraknya berwarna cerah
·         Memiliki tulang tengkorak yang lebih tinggi dari pada Homo Erectus
·         Muka besar
·         Alis yang bertemu pada satu sisinya sebagian ukurannya besar
·         Secara umum, giginya kecil. Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. Lapisan email gigi tebal
·         Rahang tegak
·         Proporsi tubuhnya modern

dikelola dari berbagai sumber terpercaya

Comments